kreativitas

Pengertian kreativitas
Arti psikologis dari krestivitas
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Ia dapat berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. Ia mungkin mencakup pembentukkan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru dan mungkin mencakup pembentukkan kolerasi baru. Ia harus mempunyai maksud atau tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata, walaupun merupakan hasil yang sempurna dan lengkap. Ia mungkin dapat berbentuk produk seni, produk ilmiah, atau mungkin bersifat procedural atau metodologis.

Unsur  karakteristik kreativitas
·         Kreativitas merupakan proses bukan hasil
·         Proses itu mempunyai tujuan, yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau kelompok social.
·         Kreativitas mengarah kepenciptaan sesuatu yang baru, berbeda, dan karenanya unik bagi orang itu, baik itu berbentuk lisan atau tulisan, maupun konkret atau abstrak.
·         Kreativitas timbul dari pemikiran divergen, sedangkan konformitas dan pemecahan masalah sehari-hari timbul dari pemikiran konvergen.
·         Kreativitas merupakan suatu cara berpikir; tidak sinonim dengan kecerdasan, yang mencakup kemampuan mental selain berpikir.
·         Kemampuan untuk mencipta bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima.
·         Kreativitas merupakan bentuk imajinasi yang dikendalikan yang menjurus kea rah beberapa  bentuk prestasi.

Variasi kreativitas
Walaupun kenyataan  menunjukkan bahwa kreativitas mengikuti pola yang dapat diramalkan, namun ada variasi dalam pola ini. Ada sejumlah faktor yang turut menimbulkan variasi ini, kelima diantaranya dianggap penting.

Jenis kelamin
Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Untuk sebagian besar hal ini disebabkan oleh perbedaan perlakuan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki lebih diberi kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebayanya untuk lebih mengambil resiko, dan didorong oleh para orang tua dan guru untuk lebih  menunjukkan inisiatif dan orisinilitas.


Status sosioekonomi
Anak dari kelompok sosioekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif dari anak kelompok yang lebih rendah. Yang pertama, kebanyakan dibesarkan dengan cara mendidik anak secara demokratis, sedangkan yang terakhir mungkin lebih mengalami pendidikan  yang otoriter.kontrol demokrasi mempertinggi kreativitas karena memberi kesempatan yang lebih banyak bagi anak untuk menyatakan individualitasnya, mengembangkan minat dan kegiatan yang dipilihnya sendiri. Lebih penting lagi, lingkungan anak kelompok sosiekonomi yang lebih tinggi memberi lebih banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan bagi kreativitas.

Urutan kelahiran
Studi-studi mengenai urutan kelahiran dan pengaruhnya terhadap perkembangan anak melaporkan bahwa anak dari berbagai urusan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda. Penjelasan mengenai perbedaan ini lebih menekankan lingkungan daripada bawaan.

Ukuran keluarga
Anak dari keluarga kecil, bilamana kondisi lain sama, cenderung lebih kreatif dari anak keluarga besar. Dalam keluarga besar, cara mendidik anak yang otoriter dan kondisi sosioekenomi yang kurang menguntungkan mungkin lebih mempengaruhi dan menghalangi perkembangan kreativitas.

Lingkungan kota versus lingkungan pedasaan
Anak dari lingkungan kota cenderung lebih kreatif dari anak lingkungan pedasaan. Di pedasan, anak- anak lebih umum dididik secara otoriter dan lingkungan pedesaan kurang merangsang kreativitas dibandingkan lingkungan kota dan sekitar.

Intelegensi
Pada setiap umur, anak yang pandai menunjukkan kreativitas yang lebih besar dari anak yang kurang pandai. Mereka mempunyai banyak gagasan baru untuk menangani suasana konflik social dan mampu merumuskan lebih banyak penyelesaian bagi konflik tersebut. Ini merupakan salah satua alas an mengapa mereka lebih sering terpilih sebagai pemimpin dibandingkan teman seusia mereka yang kurang pandai.

Faktor-faktor yang meningkatkan kreativitas

Kreativitas tidak saja tergantung pada potensi bawaan yang khusus, tetapi juga pada perbedaan mekanisme mental yang menjadi sarana untuk mengungkapkan sifat bawaan. Mekanisme mental ini dihasilkan oleh suatu tipe adaptasi awal khusus…. Tampaknya orang yang kreatif dan tidak kreatif menggunakan mekanisme mental yang serupa dan berbeda…. Orang yang kreatif dan tidak kreatif berbeda dalam hal sikap (filsafah hidup), apa yang mereka anggap penting dan yang menimbulkan kecemasan, dan menunjukkan perbedaan dalam kecakapan memecahkan masalah. Perbedaab ini sebagian berasal dari sifat bawaan dan sebagian dari proses adaptasi awal yang berakar dalam sikap orang tua.

Kondisi yang meningkatkan kreativitas
1.       Waktu
Untuk menjadi kreatif, kegiatan anak seharusnya jangan diatur sedemikian rupa sehingga hanya sedikit waktu bebas bagi mereka untuk bermain-main dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dan mencobanya dalam bentuk baru dan orisinal.
2.       Kesempatan menyendiri
Hanya apabila tidak mendapat tekanan dari kelompok social, anak dapat menjadi kreatif. Singer menerangkan, “ anak membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan kehidupan imajinatif yang kaya”
3.       Dorongan
Terlepas dari seberapa jauh prestasi anak memenuhi standar orang dewasa, mereka harus disorong untuk kreatif dan bebas dari ejekan dan kritik yang sering kali dilontarkan pada anak yang kreatif.
4.       Sarana
Sarana untuk bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk merangsang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi, yang merupakan unsur  penting dari semua kreativitas.
5.       Lingkungan yang merangsang
Lingkungan rumah dan sekolah harus merangsang nkreativitas dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas. Ini harus dilakukan sedini mungkin sejak masa bayi dan dilanjutkan hingga masa sekolah dengan menjadikan kreativitas suatu pengalaman yang menyenangkan dan dihargai secara social.
6.       Hubungan orang tua – anak yang tidak posesif
Orang tua yang tidak terlalu melindungi atau terlalu posesif terhadap anak, mendorong anak untuk mandiri dan percaya diri, dua kualitas yang sangat mendukung kreativitas.
7.       Cara mendidik anak
Mendidik anak secara demokratis dan permisif di rumah dan sekolah meningkatkan kreativitas sedangkan cara mendidik otoriter memadamkannya.
8.       Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan
Kreativitas tidak muncul dalam kehampaan. Semakin banyak pengetahuan yang dapat diperoleh anak, semakin baik dasar untuk mencapai hasil yang kreatif. Pulaski mengatakan, “ anak – anak harus berisi agar dapat berfantasi”.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN

Makalah Penelitian Air Sungai Martapura Banjarmasin

jurnal seminar hukum ohm