PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Anda dapat melihat aneka ragam bunga, mendengar suara kicauan burung, merasakan hawa dingin, mencium bau jagung bakar, dan merasakn lezatnya jagung bakar tersebut karena memiliki alat indra yang sempurna. Tidak semua manusia dapat merasakan hal yang sama, mungkin karena terjadi kerusakan atau kelainan pada alat indranya.Alat tubuh yang dapat mengindra atau menangkap rangsang karena memiliki ujung saraf sensorik tertentu disebut indra. Penerima rangsang pada indra sangat spesifik terhadap macamnya rangsang.penerima ransangan tersebut antara lain:
1.Eksterroseptor: penerima rangsang dari luar.
2. Interoseptor: penerima ransangan dari dalam tubuh.
3. Proprioseptor: penerima ransanga yang berada dalam otot.
Penjelasan mengenai alat indra diatas dapat kita kaitkan dengan Al- Qur’an.
Ketika manusia lahir ke bumi, Allah SWT menganugerahkan kepada manusia
(termasuk kita) tiga alat untuk mencari Ilmu. Sebab pada dasarnya manusia itu
tidak mengetahui terhadap apa-apa. Didalam QS. an-Nahl ayat 78, Allah SWT berfirman :
تَشْكُرُونَ لَعَلَّكُمْالْأَفْئِدَةَوَالْأَبْصَارَ وَ السَّمْعَ لَكُمُ جَعَلَ وَ شَيْئًا تَعْلَمُونَ لَا أُمَّهَاتِكُمْ بُطُونِ مِنْ أَخْرَجَكُمْ وَاللَّهُ
 “ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
Dalam ayat tersebut, Allah menyebutkan 3 alat. Yang pertama,  السَّمْعَ yang berarti "pendengaran". kenapa tidak telinga? Udzunun? karena tidak setiap orang yang  punya telinga bisa mendengar. Begitu pun hal-nya dengan الْأَبْصَارَ. 
Ketika manusia lahir, atau seorang bayi lahir, kita sudah pada mafhum kalau hal pertama yang paling ditunggu oleh kedua orang tuanya adalah tangisan sibayi. kenapa? karena memang dengan menangisnya bayi tersebut, itu menandakan kalau tubuhnya sehat dan aktif serta ketiga alat yang allah berikan aktif. Maka bahaya jika bayi itu tidak menangis. Karena bisa saja bayi itu mati, atau salah satu dari tiga alat inderanya itu tidak berfungsi.


1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:”Bagaimana fungsi alat indera yang dikaitkan dengan Al-Qur’an?”

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih luas mengenai fungsi alat indera yang dikaitkan dengan Al-Qur’an.











BAB II. PEMBAHASAN

Ada 5 macam alat indra pada tubuh manusia, yaitu indra penglihatan, indra pendengaran, indra peraba dan perasa, indra pencium, dan indra pengecap. Dalam makalah ini yang akan dibahas dan dikaitkan dalam Al-Qur’an adalah alat pendengaran dan alat penglihatan.
1.      Alat pendengaran (telinga)
·          Telinga adalah tempat beradanya indera pendengaran yang memiliki saraf pendengaran
·          Telinga terbagi menjadi tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
·          Pada bagian rumah siput tersebut terdapat ujung saraf yang berhubungan dengan pusat pendengaran
·          Di dalam telinga juga terdapat alat keseimbangan yang terletak pada tiga saluran setengah lingkaran.
2.      Alat penglihatan (mata)
·          Letak mata didalam rongga mata yang dilapisi/beralaskan lapisan lemak
·          Mata merupakan penglihatan untuk menerima rangsang cahaya
·          Bagian mata yang peka terhadap cahaya adalah bagian bintik kuning yang terdapat pada lapisan retina.
·          Kita dapat melihat benda setelah rangsang cahaya diterima retina tepat pada bintik kuning, kemudian rangsangan diteruskan oleh urat saraf otak ke pusat penglihatan di otak.
Ayat Al – Qur’an juga banyak berbicara mengenai indera, terutama telinga dan mata. Al – Qur’an senantiasa menyebut telinga dahulu baru kemudian mata. Ini tentu saja ada maksud yang hendak diinginkannya yaitu :Apabila seseorang telah rusak pandangan matanya , maka ia akan hidup dalam suasana gelap gulita, tidak melihat apapun. Berbeda apabila dia kehilangan pendengaran, dia masih bisa melihat.
Potensi manusia yang berupa pendengaran, penglihatan dan perasaan itu, akan dikembangkan oleh manusia itu sendiri dalam jangka waktu yang sangat lama. Ketika manusia lahir ke alam dunia ini, dia tidak bisa langsung melihat dan merasakan bagaimana hidup di alam dunia ini. Sehingga dengan keterbatasan indera itulah manusia pertama kali menngunakan potensinya yang merupakan alat pendengaran. Dengan pendengaran inilah manusia bisa mendengar suara – suara, terutama suara ibunya yang begitu suka didengarnya. Subhaanallah, Allah menjadikan manusia secara bertahap dalam menggunakan inderanya yang berupa potensi manusia itu sendiri.
            Setelah menggunakan pendengaran Allah melengakapinya dengan indera pengliahatan dan perasaan, setelah itu, Allah pun memberikan kesempurnaan pada manusia, berupa alat indera atau potensi yang lainnya. Seperti indera pengecap dan indera peraba. Kemudian barulah Allah memberi nama dengan Sebutan Ahsani taqwim. Jadi manusia sangatlah mulya hidupnya dialam dunia ini. beragam alat indera yang diperlukan oleh manusia sendiri dalam kehidupannya pun telah dianugerahkan oleh Allah. Dimulai dari indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera pengecap dan indera peraba. Allah telah memberikan semuanya kepada manusia. Dan semuanya itu merupakan potensi yang diberikan oleh Allah. Yang bertujuan supaya manusia menjadi makhluk yang bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya. Tanpa disadari potensi itu melebihi dari apa yang ada di dunia ini.
Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qur'an pada surat An-Nahl : 78 yang berbunyi :
وَاللهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْ ُبطُوْنِ اُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَ اْلاَبْصَارَ وَاْلاَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ.
" Dan Allah mngeluarkan kamu dari perut ibumu, kamu tidak mengetahui sesuatupun dan Allah memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan perasaan supaya kamu bersyukur ( QS.An – Nahl : 78 )

            Dalam kenyataannya, disisi lain, Allah SWT memuliakan manusia dengan potensi yang begitu banyak dan menakjubkan, sehingga Nabi Adam yang mendapat julukan Abul Basyar ( Bapak Manusia ), ketika pertama kali diciptakan dan sebagai manusia yang pertama yang malaikat pun sujud kepadanya. Itu artinya suatu pertanda bahwa manusia adalah makhluk yang sangat mulia dari malaikat dan setan bahkan setan sangat membangkang dan sombong dikarenakan Adamlah sebagai manusia, sekaligus makhluk yang mulia,tapi disisi lain Allah justru menganggap hina terhadap manusia dengan potensinya itu sendiri. Hal tersebut di jelaskan dalam Al-Qur'an Surat An Nahl :179 yang mana terjemahannya adalah sebagai bertikut:
Dan sungguh kami telah mejadikan isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya (untuk memahami ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya (untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka pun mempunyai telinga, tetapi dipergunakannya (untuk mendengarkan ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat lagi, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
( QS. Al-'Araaf : 179 ).
            Allah sangat tidak suka sekali kepada manusia yang menyalahgunakan potensinya. Bahkan manusia tersebut disejajarkan dengan binatang.  Mereka mempunyai hati, mata, dan telinga yang semuanya tidak sama sekali dipergunakannya untuk berterima kasih. Penjelasan tersebut juga dijelaskan dan di perluas dalam Q.S Mulk ayat 23 yaitu:
Katakanlah, “ Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”(Q.S Al- Mulk:23)
Dalam Q.S As-Sajdah ayat 9 juga disinggung mengenai alat pendengaran, penglihatan dan hati.
 “ kemudian menyempurnakan nya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”(Q.S As-Sajdah:9)
Q.S Al-Jinn ayat 13
”Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Maka barang siapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.” (Q.S Al-Jinn:13)
Q.S Al-A’raf ayat 100
“Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).” (Q.S. Al-A’raf:100)
Dari uraian dan terjemahan ayat-ayat di atas diterangkan bahwa Allah menciptakan alat pendengaran, alat penglihatan dan hati dengan tujuan agar kita sebagai makhluk ciptaan-Nya selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan. Dan kita juga tentunya harus menggunakan pemberian yang telah diberikan  dengan fungsional yang telah ditentukan oleh Allah SWT.








BAB III
PENUTUP
1.1    Kesimpulan
Allah Menciptakan alat pendengaran dan penglihatan untuk setiap makhluknya termasuk manusia agar kita selalu bersyukur dan mempergunakan alat-alat tersebut sesuai dengan fungsionalnya masing-masing serta tidak melanggar apa yang dilarang oleh Allah SWT yang ada di dalam Al-Qur’an. Hal tersebut di jelaskan dalam Al-Qur'an Surat An Nahl :179 yang mana terjemahannya adalah sebagai bertikut:
Dan sungguh kami telah mejadikan isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya (untuk memahami ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya (untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka pun mempunyai telinga, tetapi dipergunakannya (untuk mendengarkan ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat lagi, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
( QS. Al-'Araaf : 179 ).

1.2    Saran
Dalam pembuatan makalah ini, saran kami kepada pembaca khususnya mahasiswa dan mahasiswi, kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT agar selalu taat dan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, terutama dalam memfungsionalkan alat yang dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta dengan baik dan bijak.


DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Digital
Departemen Agama RI.2005. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Diponegoro
Noorhidayati, dan Wahidah Arsyad.2014. BIOLOGI UMUM. Banjarmasin: FKIP                                                                                                                                                                                 Unlam
Nugraha, Agung Nugraha.2013. Alat Indra. [online]
http://sudut-pandang-islam.blogspot.com/2013/04/3-alat-indera.html (diaskes pada tanggal 21 maret 2015 pukul 17.32)
Trijoko, sudjino dkk. 2005. BIOLOGI Kelas XI. Jakarta: Sunda Kelapa pustaka.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Penelitian Air Sungai Martapura Banjarmasin

jurnal seminar hukum ohm